Jumat, 14 November 2014

Kesimpulan Karakter Building bagi profesi Teknik Elektromedis

Kesimpulan nya adalah, profesi teknisi elektromedis dengan mempelajari dan menerapkan sikap dan sifat dan karakter yang positif semoga dapat diharapkan membangun Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera, diantaranya sifa positif tersebut yaitu;

1. Jujur dalam menjalankan tugas, tidak curang, korupsi, demi kebaikan bersama
2. Bertanggung Jawab ,menyelesaikan tugas dengan baik dan tuntas karena pekerjaan ini melibatkan kesehatan orang banyak
3. Empati, ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga memacu semangat positif saat bekerja.
4. Positif thinking dan percaya diri bahwa kita bisa melaksanakan tugas dengan baik
5. Semangat dan bergairah dalam bekerja,karena bekerja dengan passion akan menghasilkan hasil yang bagus.
6. Pantang menyerah, karena terkadang dalam menyelesaikan masalah sulit,kita tidak boleh menyerah ,putus asa, dan harus mencoba lagi sampai pekerjaan selesai dengan baik.
7. amanah, dan memberikan yang terbaik, misalnya saat membelanjakan komponen alat, haruslah yang kualitas terbaik, dan tidak membeli yang jelek agar dapat keuntungan pribadi.
8. rela berkorban, terkadang harus jauh dari keluarga demi melaksanakan tugas namun ini tidak masalah.
9. mengintegrasikan diri, menambah kemampuan dan wawasan dengan belajar atau kuliah lagi agar lebih professional menjalankan pekerjaan.
10. Keceriaan dan ramah kepada sesama dan masyarakat dalam melayani pasien.

dosen : Tri Arwan Samsu Hadi , S,SOS, MBA
Penulis : Riyasani Puspitasari dan Tegar Pandu Atmojo

Karakter Building penerapan bagi profesi Elektromedis (Part 1 bg isi)


A. Latar Belakang
Pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan secara menyeluruh telah mengakibatkan berbagai perubahan dalam tata kehidupan masyarakat. Sedangkan pembangunan kesehatan yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional pada hakekatnya merupakan penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan untuk berkemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal yang sangat besar artinya bagi produktivitas sumber daya manusia sebagai modal pembangunan nasional.
Kebutuhan dan tuntutan akan pelayanan kesehatan bidang teknik elektromedik pada masa mendatang akan lebih meningkat baik jenis mapun kwalitasnya. Dengan disyahkan dan diundangkannya undang-undang No.23 tahun 1992 tentang kesehatan akan memberikan landasan yang lebih mantap dalam pembangunan kesehatan yang akan datang. Dengan demikian pelayanan kesehatan harus ditunjang oleh teknik elektromedik yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, dengan berpedoman kepada standar profesi serta memiliki karakter yang baik yang dapat melaksanakan tugasnya untuk kepentingan masyarakat.


1.       Pengertian Profesi Teknik Elektromedis
a. Standar profesi teknik elektromedik: adalah pedoman dan batasan-batasan yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi teknik elektromedik secara baik (UU/W No.23.1992).
b. Tenaga teknik elektromedik: seorang yang berpendidikan dalam bidang teknik elektromedik dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan teknik elektromedik, berdasarkan rekomendasi atau akreditasi organisasi profesi teknik elektromedik.
c. Pelayanan teknik elektromedik: kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, wasdal dan berperan serta dalam pengadaan/penerimaan, evaluasi dan pendayagunaan alkes serta bimbingan pengoperasian alat kesehatan.
d. Alat kesehatan adalah (UU.No.23 tentang kesehatan): Instrumen, apparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
e. Penerima pelayanan teknik elektromedik: semua bidang pelayanan, penjual jasa dan produksi alkes.
f. Tempat tugas: disemua bidang penerimaan pelayanan teknik elektromedik.

Sifat-sifat positif yang harus ada pada diri manusia khususnya Teknisi Elektromedis supaya mendapatkan keberuntungan dan kebaikan yang besar sesuai alqur'an
Mencari keridhaan Allah
QS. Al Baqarah 2/207
“Adapun orang-orang yang merelakan dirinya untuk mencari keridhaan Allah, maka Allah Maha Pemurah kepada para hamba-Nya.
jika Elektromedis melaksanakan tugasnya kepada masyarakat dengan sepenuh hati dan tidak hanya memikirkan gaji dan ikhlas menjalankan tugas,maka yang didapat tentu saja kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akhirat.


Setia kawan
QS. At Taubah 9/71
“Kaum mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka mengajak berbuat kebajikan, mencegah kemungkaran, melakukan shalat, mengeluarkan zakat, dan mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapat rahmat dari Allah, Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Elektromedis melaksanakan tugasnya kepada masyarakat dengan rasa tolong menolong atas dasar menyayangi sesama manusia dan berbuat kebaikan dengan tidak merasa bahwa hanya dirinyalah yang paling pintar sehingga juga menolong sesama profesi jika ada kerusakan alat atau dalam pelaksanaan tugas demi kebaikan masyarakat

Mencintai
QS. Ar Ruum 30/21
“Allah tanamkan kecintaan dan kasih sayang di antara kalian. .”

Belas kasih
QS. Aali ‘Imraan 3/134
“Orang-orang taqwa yaitu orang-orang yang mau mendermakan hartanya ketika masa aman dan ketika masa perang. Mereka mampu menahan rasa marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan semacam itu.”

Dermawan
QS. An Nahl 16/90
“Sungguh Allah menyuruh manusia supaya berbuat adil dan kebajikan, memberikan pertolongan kepada kerabat, dan mencegah segala perbuatan kotor, mungkar dan zhalim. Allah telah memberikan nasehat kepada kalian agar kalian mau taat kepada-Nya.”


Menyelamatkan nasib orang yang malang
QS. Al Balad 90/12-17
“Wahai Muhammad, apakah kamu tahu tentang jalan mendaki yang sulit? Jalan mendaki yang sulit adalah usaha memerdekakan budak, atau member makan orang lain pada masa tejadi kelaparan, atau member makan anak yatim yang masih kerabat, atau memberi makan orang miskin yang papa. Kemudian orang itu mengikuti jalan orang-orang mukmin untuk mengajak manusia beramal shalih dan menjauhi dosa, serta mengajak berkasih saying.”
Elektromedis melaksanakan tugasnya kepada masyarakat karena menyelatkan nasib orang yang kesulitan.




Berkata jujur
QS. Al Ahzab 33/70
“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar.”
sebagai elektomedis harus jujur dalam menjalankan tugas, tidak korupsi dan juga menipu instansi karena korupsi atau tidak jujur dapat merugikan diri sndiri dan orang lain.

Tolong menolong
QS. Al Maaidah 5/2
“ Tolong-menolonglah kalian untuk berbuat kebajikan dan ketaatanJanganlah kalian tolong-menolong untuk berbuat dosa dan permusuhan. Taatlah kalian kepada Allah. Sungguh siksa Allah itu sangat berat.”


Patuh
QS. Huud 11/23
“Orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan taat kepada Tuhan mereka, maka mereka itulah penghuni surga, dan mereka kekal di dalamnya.”
elektromedis harus mentaati etika profesi dan undang undang serta yang paling penting adalah kepada Tuhan Nya.

Bersaudara
QS. Aali ‘Imraan 3/103
“Wahai kaum mukmin, teguhkanlah diri kalian dalam melaksanakan Islam secara utuh. Janganlah kalian mengambil sebagian syari’at, tetapi meninggalkan sebagian lainnya. Ingatlah nikmat Allah kepada kalian, ketika kalian masih kafir pada jaman jahiliyah kalian bermusuhan. Kemudian Allah satukan hati kalian dengan Islam, sehingga kalian menjadi bersaudara. Pada jaman jahiliyah kalian mengalami masa kerusakan moral, lalu Allah selamatkan kalian dari kerusakan moral itu. Demkianlah Allah menjelaskan syari’at-syari’at-Nya kepada kalian supaya kalian memperoleh petunjuk untuk hidup bersaudara.”

Adil
QS. Al Hujurat 49/9
“Jika dua golongan orang mukmin saling membunuh, maka hendaklah kalian damaikan mereka. Jika salah satunya berbuat zhalim kepada yang lain, maka perangilah yang berbuat zhalim itu, sampai mereka kembali kepada syari’at Allah. Jika mereka mau kembali kepada syari’at Allah, maka damaikanlah mereka dengan adil. Wahai orang-orang mukmin, berlakulah adil. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Tawakal
QS. Aali ‘Imraan 3/159
“Wahai Muhammad, berkat rahmat Allah kepadamu, kamu bersikap lemah lembut kepada para pengikutmu. Sekiranya kamu kasar lagi keras hati kepada pengikutmu, niscaya mereka akan menjauhi kamu. Karena itu, maafkanlah orang-orang mukmin yang bersalah. Mohonkanlah ampunan untuk mereka. Jika kamu telah berketetapan hati, makapasrahkanlah dirimu kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang pasrah kepada ketetapan Allah.”

Penerima
QS. Al Furqaan 25/63
“Orang-orang yang menjadi hamba Tuhan Yang Mahabelas kasih adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati. ”

dosen : Tri Arwan Samsu Hadi , S,SOS ,MBA
Penulis : Riyasani Puspitasari dan Tegar Pandu Atmojo

Minggu, 09 November 2014

Pembangunan Karakter ( Character Building)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXGYt-Yj6dpyD83ms2iMw1jTvotJQ8e3bfhNVzT10W2-ffU5LjYJ1jh3iBUsdGr9fjD7ukB6LRnl_sqZU_D-UkOFd3E16QgVqAIgqR_o1Coisqw3Ctps9R2MNluAgKZ1_R3sqIfMM3oF1E/s1600/SI2.jpg

Dalam rangka membangun kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya tidak cukup hanya melakukan pembangunan secara fisik saja begitu juga ditentukan pembangunan non fisik yaitu pembangunan sumber daya manusianya. Dalam hal ini keberhasilan satu bangsa untuk mencapai suatu tujuan tidak hanya ditentukan oleh dimilikinya sumber daya alam saja akan tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia karena dengan adanya kualitas sumber daya manusia tentu dapat melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya alam yang ada.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI Pertama kita Ir. Soekarno sebagai salah seorang pendiri dari Negara dan Bangsa ini, beliau pernah mengemukakan “bahwa membangun suatu bangsa itu tidak harus dimulai dari pembangunan fisik dan ekonomi semata. Akan tetapi yang lebih penting dibangun terlebih dahulu adalah keperibadian suatu bangsa itu sendiri. Apa itu kepribadian bangsa? Kepribadian bangsa adalah kepribadian yang telah ada sejak lama. Kepribadian tersebut tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dalam adat istiadat peraturan hidup yang tumbuh berkembang sejak berpuluh-puluh tahun, beratus-ratus tahun, bahkan berabad abad tahun lalu, jauh sebelum keberadaan suatu bangsa. Jadi kepribadian bangsa Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia yang telah tumbuh berkembang di wilayah Negara Kesatuan Republik (NKRI), yang biasa juga disebut bumi Nusantara. Kita sebagai anak bangsa harus pandai menggali dan menumbuh kembangkan keperibadian tersebut, bahkan sari pati dari kepribadian tersebut telah menjadi dasar falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila”

Menyikapi hal tersebut kita sebagai warga Negara, dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam suatu Negara juga sangat ditentukan oleh kesiapan dan kesempurnaan Aparatur Negara dimana kesempurnaan Aparatur Negara pada hakekatnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam hal ini sangat diperlukan sekali Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur, bermental baik, berwibawa, akuntabel, profesionalisme, setia & taat pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, serta ikhlas dalam memberikan pelayanan dan menjalankan tugas. Maka sebagai aparatur pemerintah dan pelayan masyarakat mau tidak mau karakter (character) Aparatur Negara atau PNS mutlak dibangun sebagai tolak ukur perilaku yang kondusif dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas di pemerintahan.

Pengertian Character Building

http://www.rdcss.com/samples/ccca/images/building.jpg

Pengertian Charakter Building dalam segi bahasa, Charakter Building atau membangun karakter terdiri dari 2 suku kata yaitu membangun (to build) dan karakter (character) artinya membangun yang mempunyai sifat memperbaiki, membina, mendirikan. Sedangkan karakter adalah tabiat, watak, aklak atau budi pekerti yang membedakan seserang dari yang lain. Dalam konteks pendidikan (Modul Diklat LAN RI) pengertian “Membangun Karekter (character building) adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikemukakan bahwa upaya membangun karakter akan menggambarkan hal-hal pokok sebagai berikut:



Faktor-Faktor yang Membangun Karakter

Dalam membangun karakter suatu bangsa diperlukan perilaku yang baik dalam rangka melaksanakan kegiatan berorganisasi, baik dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi swasta dalam bermasyarakat. Maka karakter manusia merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka mewujudkan cita-cita dan perjuangan berbangsa dan bernegara guna terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945. Karakter adalah sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan kualitas manusia maka karakter mempunyai makna sebuah nilai yang mendasar untuk mempengaruhi segenap pikiran, tindakan dan perbuatan setiap insan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini adapun nilai-nilai dalam pembangunan karakter yang dimaksud adalah:


Nilai-nilai seperti tersebut apabila dilihat lebih cermat dalam kondisi saat ini nampaknya cenderung semakin luntur hal ini dilihat semakin jelas contoh diantaranya makin maraknya tawuran antar pelajar, konflik antar masyarakat, maraknya korupsi di lingkungan pemerintah dan lain sebagainya. Kondisi yang seharusnya tetap dijaga dan dilestarikan sebagai wujud untuk meningkatkan rasa kepedulian, kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara haus tetap di jaga dan dilestarikan. 

Untuk itu faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam rangka menjaga nilai-nilai dalam karakter tersebut adalah:


Character Building dalam Rangka Membangun Karakter Bangsa yang Mandiri dan Unggul

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan sebelumnya, salah satu faktor-faktor yang membangun karakter adalah pendidikan, untuk itu dalam rangka membangun karakter suatu bangsa salah satunya adalah melalui pendidikan karakter, Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXj6Ml4BhKWKruiFLSpq45gQJg-xsr-GHqx576zFMLmdZi-6eydjhH3pnCSXP5mjtsFtvYUvvALK7J8f4FKQVS9E_cvmLB7kwXUNTvsaLr9ZpCWRWu4LqLu8yOG7lOw46d4o_lJhH9v4wY/s1600/character.png

Tujuan dari pembangunan karakter adalah untuk mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. Pembangunan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berbaik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperbaiki perilaku yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik; serta menyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Ruang lingkup pembangunan karakter ini mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.

Berkenaan hal tersebut (Indrianto B, 2011) mengatakan bahwa Ada tiga lapis (layer) pendidikan karakter yang hendak dikembangkan yaitu:

  • Pertama, menumbuhkan kesadaran kita sebagai sesama makhluk Tuhan. Sebagai sesama makhluk, tidak pantas kalau kita itu sombong, seolah-olah merasa dirinya yang paling benar. Keutamaan kita justru terletak pada kemampuan untuk memberi manfaat bagi orang lain, termasuk memuliakan orang lain. Kesadaran sebagai makhluk Tuhan akan menumbuhkan rasa saling menghargai dan menyayangi. Tentu juga menumbuhkan sifat jujur karena Tuhan Maha Mengetahui; kita tidak bisa berbohong.
  • Kedua, membangun dan menumbuhkan karakter keilmuan. Karakter ini sangat ditentukan oleh keingintahuan (kuriositas) intelektual. Penanaman logika ilmiah sejak dari pendidikan usia dini menjadi langkah penting untuk dilakukan. Dalam kerangka berpikir ilmiah, segala sesuatu harus diuji coba sebelum menjadi kesimpulan. Dari sinilah akan muncul kreativitas, inovasi, dan produktivitas yang sangat menentukan daya saing bangsa.
  • Ketiga, pendidikan harus mampu menumbuhkan karakter yang mencintai dan bangga sebagai bangsa Indonesia. Pendidikan harus mampu menginternalisasikan keempat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) ke dalam diri pendidik dan peserta didik. Pemahaman akan sejarah dan falsafah keempat pilar tersebut menjadi sangat penting guna menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Kecintaan dan kebanggaan yang besar akan memacu semangat setiap warga bangsa untuk berprestasi setinggi-tingginya mengharumkan nama bangsa.
http://www.fuhuapri.moe.edu.sg/wbn/slot/u3218/About%20Us/Non%20Academic/Slide1.JPG

Berkenaan dengan hal tersebut pembangunan pendidikan karakter merupakan tumpuan untuk menjamin perpaduan dari ketiga lapisan di atas dapat berjalan selaras dengan zaman. Di era global saat ini, kreativitas dan inovasi dihargai sangat tinggi melebihi sumber daya alam. Kreativitas dan inovasi yang dibarengi dengan kemampuan mengelola jaringan merupakan kunci dari keunggulan suatu bangsa. Situasi ini hanya dapat terwujud bila ketiga lapis pendidikan karakter yaitu kreativitas dan inovasi dalam bidang keilmuan, kemampuan mengelola jaringan berupa sikap memuliakan sesama makhluk Tuhan, dan kecintaan serta bangga terhadap bangsanya dilaksanakan dengan harmonis dan konsisten.

Untuk kita sebagai bagian dari masyarakat dan aparatur pemerintah diharapkan dapat menjaga nilai-nilai dalam pembangunan karakter dan dapat diimplementasikan dalam melaksanakan tugas dan kehidupan sehari-hari agar menjadi manusia yang unggul dan bermartabat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis :  Muhamad Nur Afandi, S.Pd., M.T.
Referensi
  1. Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka NKRI (Modul Diklat Prajabatan Golongan III LAN RI): 2006
  2. Policy Brief Edisi IV Dirjen Pendidikan Dasar: 2011
  3. Makalah: Akan Kita Apakan Kawasan Perbatasan Republik Indonesia, Buyung Nazer Rauf


Sumber : http://www.stialanbandung.ac.id/